Kamis, 22 November 2012

Memudarnya Nasionalisme

RUNTUHNYA NASIONALISME Oleh : Azwar Abdullah Ketika ada kleim dari Pemerintah Malesya bahwa Rasa Sayang e dari Maluku dan Tari Pendet dari Bali adalah milik kebuyaan mereka, hanya masyarakat Maluku dan Masyarakat Bali yang marah, sedangkan daerah lain hanya sebagai penenton, ketika sidang di masa Agung Laksono sebagai ketua DPR lupa menyayikan Lagu Indonesia Raya, ketika di tanya ke sebagian mahasiswa siapa yang membaca teks proklamasi mereka tidak tahu, ketika di perintah menghafal pancasila dan UUD 1945 sebagian besar generasi muda tidak tahu juga, bahkan akhir-akhir ini ada acara di sala satu stasiun nasional yang menayangkan acara Kuis yang pertanyaanya seputar sejarah hidup Barak Obama (Presiden Amarika), di daerah manteng pemerintah membuat patung Barak Obama, di Maluku Utara ketika hari jadi Kota ternate, pemerinta mensosialisasikan Wallace seorang peniliti dan misonaris di masa penjajahan ke masyarakat, karna pemerintah merasa bahwa dengan agenda ini maka Ternate akan di kenal di mat dunia, padahal mereka lupa bahwa ada pahlawan yang di lupakan oleh Masyarakat Maluku Utara bahkan Indonesia yakni Sultan Babullah yang perna berjunang mengsur portugis dari Maluku Utara, dan sebagai penguasa 92 pulau sampai ke Mindanao Filipina,selain itu ada tokoh bangsa yang di lupakan oleh masyarakat indonesia yakni Soekarno dan Tan Malaka dan tokoh-tokoh bangsa yang lain yang perna berjuang untuk kemerdekaan indonesia,padahal dalam kondisi bangsa yang lagi sekarat ini, kita membutuhkan spirit masa lalu, bukan spirit masa kini, karena sebagian besar generasi muda bahkan generasi tua suda terjerat dosa-dosa politik sehingga mereka tiodak bisa di anggap sebagai pemimpin bangsa,selain itu juga,saat ini nilai-nilai pancasila tidak mampu di realisasikan dalam kehidupan masyarakat, korupsi tumbuh subur di negeri ini, kasus bang centuri belum selesai, disusul dengan usulan Dana Aspirasi, negara ini akan menjadi kampung maling...generasi muda yang katanya sebagai agen perubahan berubah menjadi maling berdasi. hal ini dikarenakan sebagian besar generasi muda cepat menua politik, sehingga semangat revolusioner belum menyatu secarat total dalam siri mereka, selain masyarakat, pihak pemerintah pun menjadikan pancasila hanya sekedar kata tampa arti, sehingga sebagian besar kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan semangat pancasila dan UUD 1945. kita kehilangan jati diri bangsa.... sampai kapan negara ini bisa menjadi sebuah negara yang berdikari seperti cita-cita Soekarno..?indonesia sekarang adalah sebuah negera yang hidupnya sangat bergantung pada negara luar,padahal kita memiliki potensi SDA dan SDM. isu integrasi bangsa akan terus di hembuskan selama tidak ada keadailan di negeri ini...Pribumisasi nilai-nilai Pancasila adalah pilihan sejarah.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar